Senin, 02 Maret 2015

Cara Menghilangkan Tanda Silang Merah di Notifikasi Baterai Windows 7

Cara Menghilangkan Tanda Silang Merah di Notifikasi Baterai Windows 7


Bagi pengguna laptop dengan sistem operasi Windows 7, cepat atau lambat akan mengalami masalah pada baterai yang terdapat tanda silang merah disertai dengan munculnya tanda silang merah di ikon baterai yang ada di system tray.
Notifikasi 
Baterai Windows 7
Sebenarnya tanda tersebut berfungsi untuk mengingatkan Anda bahwa baterai laptop sudah tidak normal dan perlu diganti (Consider replacing your battery). Berdasarkan penjelasan engineer Windows 7 dalam salah satu rilis resmi di website Microsoft, dijelaskan bahwa sebenarnya notifikasi ini awalnya diniatkan untuk menjadi salah satu fitur andalan di Windows 7 (hal ini tidak ada di Windows XP ataupun Windows Vista), yang tujuannya adalah untuk memberi tahu pengguna bahwa baterai laptopnya sudah aus dan karenanya sudah waktunya diganti.

Namun pada kenyataannya, banyak pengguna Windows 7 yang merasa terganggu dengan munculnya notifikasi ini. Sebagian ada yang memperdebatkan bahwa batas (threshold) 40% dinilai terlalu besar mengingat pada kapasitas 30%-an dari kapasitas ideal pun baterai laptop umumnya masih sanggup bertahan sekitar 1 jam, dan ini dirasa masih cukup memadai bagi pengguna laptop. Selain itu harga baterai laptop yang lumayan mahal membuat banyak pengguna enggan mengganti baterai laptopnya kecuali kalau sudah benar-benar rusak.

Sebelum mengatasi ini, anda perlu memastikan dulu apakah baterai anda masih normal atau memang perlu diganti. Caranya dengan mencharge baterai sampai penuh, terus melepas charger dan menggunakan laptop tersebut. Jika baterai habis dalam waktu kurang dari 30-45 menit, maka memang baterai tersebut sudah tidak normal dan perlu untuk diganti.

Jika ternyata baterai laptop anda normal tetapi masih saja muncul tanda silang merah tersebut,maka ada 3 Cara Menghilangkan Tanda Silang Merah di Notifikasi Baterai Windows 7.

1. Trik Kalibrasi
Trik ini berhasil ketika dicoba oleh beberapa orang, dan Anda bisa mencobanya juga. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Charge baterai anda sampai full (99% – 100%), setelah itu matikan laptop Anda. Sampai tahap ini jangan dulu cabut charger-nya.
  2. Hidupkan laptop Anda lalu tekan F8 berulang-ulang sampai muncul menu Advanced Boot Options. Pilih Safe Mode.
  3. Setelah sudah masuk ke dalam Windows Safe Mode, barulah cabut charger baterai laptop Anda.
  4. Biarkan saja laptop menyala sampai mati sendiri karena baterainya benar-benar habis. Sangat disarankan untuk tidak mengoperasikan laptop Anda selama proses ini. Biarkan saja sampai laptop mati sendiri.
  5. Setelah mati, pasang kembali charger laptop Anda, lalu nyalakan kembali laptop Anda dengan normal. Hasilnya…semua kembali normal! Notifikasi “consider replacing your battery” dan tanda silang merah di icon baterai tidak muncul lagi.
2. Update Windows 7
Dengan mengupdate Windows 7 akan memperbaiki bug dan bisa terhindar dari kesalahan deteksi. Tapi jika Anda pengguna Windows 7 yang Non Original/Palsu, mengupdate windows 7 secara online bisa menghilangkan licence windows 7 (Blacklist).

3. Install Service Pack 1 (SP1)
Service pack adalah suatu update yang berguna untuk memperbaiki, menambah, dan memperbarui seluruh fitur-fitur dan aplikasi yang ada pada suatu windows. Microsoft mengeluarkan Service Pack Ini sangat menguntungkan untuk kita, tanpa instalasi ulang , Windows 7 kita dapat di update menjadi windows 7 Service pack 1 . Kebanyakan Windows 7 32bit Adalah windows 7 pengeluaran baru dan terkadang belum include Service Pack 1.
Di Windows 7 SP1 sudah ada menu untuk mematikan warning pergantian baterai ini. Caranya, anda tinggal klik saja icon baterai lalu hilangkan centang “Warn me if my battery may need replacement”. Setelah anda matikan fitur tersebut, maka tanda silang merah akan hilang dan tidak mengganggu anda lagi. Download Service Pack 1 disini.

Sekian tutorial yang saya share, ini sebetulnya tutorial lama, tetapi masih banyak yang belum mengetahui nya

Cara Install Software yang Baik dan Benar Jangan Asal Install

Cara Install Software yang Baik dan Benar. Jangan Asal Install!


Anda sudah tahu cara install software. Namun selama ini, Anda hanya klik “Next” dan “Next” saat instalasi. Hasilnya pun, entah kenapa, komputer Anda jadi makin lambat, atau bahkan bertingkah aneh setelah software tersebut Anda install.
Itukah yang Anda alami?
Jika ya, mungkin Anda melakukan kesalahan saat instalasi software. Dan agar di lain waktu hal tersebut tidak terulang kembali, ada baiknya Anda mengikuti tips-tips cara install software di bawah ini.

1. Ketahui dengan pasti

Sebelum menginstall, ketahui dulu dengan jelas spesifikasi komputer Anda dan informasi software tersebut.

a. Spesifikasi komputer

Tidak semua komputer cocok untuk suatu software. Suatu software akan menuntut spesifikasi komputer yang memadai. Oleh karena itu, ketahui dulu spesifikasi komputer Anda.
Setelah mengetahui spesifikasi komputer Anda, ketahui system requirements software yang ingin Anda install. Apakah system requirements software tersebut dapat dipenuhi oleh komputer Anda? Jika tidak, urungkan niat untuk meng-install-nya.

b. Asal usul software dan kualitasnya

Saat ini banyak sekali software-software yang tidak penting, tidak terlalu memberikan manfaat, dll.
Parahnya lagi, jika Anda mendownload software tersebut, bisa saja software itu adalah program jahat. Software tersebut akan mendeteksi virus yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Alias deteksi palsu.
Setelah melakukan deteksi palsu, Anda akan ditawari software antivirus yang sebenarnya tidak berguna. Entah itu berbayar atau gratis, yang jelas, semakin banyak software yang terinstall, akan makin memperlambat komputer.
Oleh karena itu, lebih baik ketahui dengan pasti tentang software tersebut. Cara referensi sebanyak-banyaknya entah itu dari internet, majalah, atau teman Anda.

2. Jangan asal klik “Next”!

Inilah salah satu penyebab utama kenapa setelah Anda menginstall software, komputer malah jadi lambat.
Saat melakukan instalasi software, jangan asal klik next, next, next tanpa memperhatikan tiap halamannya. Asal klik next dapat menyebabkan fungsi-fungsi software yang sebenarnya tidak Anda butuhkan, ikut terinstall. Akibatnya, komputer malah jadi lambat.
Berikut adalah halaman-halaman di mana Anda harus berhenti dan memperhatikan dengan baik:

a. Pemilihan lokasi (directory) install

Ciri halaman ini adalah adanya tombol “Browse”, “Change Location”, atau “Install Location”. Klik tombol tersebut untuk memilih lokasi di mana software tersebut akan Anda install.
Tips memilih lokasi yang baik adalah, jangan menginstall semua software pada drive C. Drive C yang terlalu penuh akan memperlambat kinerja sistem operasi dan dampaknya, komputer jadi lambat. Untuk software-software seperti game, sebaiknya Anda install pada drive yang lain.
cara 
install software - install directory
Gambar 1
Untuk memilih lokasi, Anda juga harus memperhatikan keterangan ruang yang dibutuhkan software (Space required) dan ruang yang tersisa di drive tersebut (Space available). Jangan sampai Anda memilih drive dimana space required lebih besar dibanding space available. Jika demikian, proses instalasi tidak ada berjalan.
Dan jangan pula memilih drive dimana nantinya setelah Anda install, hanya akan menyisakan sedikit ruang. Hard disk terlalu penuh dapat memperlambat komputer.

b. Pemilihan fitur

Ciri halaman ini adalah adanya kotak-kotak centang.
Biasanya secara otomatis kotak yang ada sudah tercentang semua. Namun sebaiknya Anda membaca keterangan di sebelah kotak centang tersebut. Pada keterangan fitur-fitur yang tidak Anda butuhkan, sebaiknya hilangkan saja centangnya.
cara install software - featured to be installed
Gambar 2
Yang paling sering terjadi adalah centang pada kotak “Install toolbar”. Jika kotak tersebut tercentang, software tersebut akan menginstall toolbar pada browser atau pada windows explorer. Terlalu banyak toolbar dapat memperlambat akses internet dan kinerja komputer.
Selain kotak centang, ada juga software yang menggunakan sistem pemilihan fitur seperti pada Gambar 3.
cara install software - featured to be installed 2
Gambar 3
Untuk software yang menggunakan sistem tersebut, pilih opsi yang bertanda silang merah untuk tidak memilih fitur tersebut.
Halaman pemilihan fitur ini juga ada yang menjadi satu dengan halaman pemilih lokasi install. Jadi nantinya akan terdapat tombol “Browse” dan kotak untuk dicentang dalam 1 halaman. Lihat Gambar 2.
Demikian yang dapat saya bagikan tentang cara install software yang baik dan benar. Dengan mengetahui tips-tips di atas, saya berharap Anda tidak akan asal “Next” lagi dalam menginstall software. Jangan sampai komputer Anda jadi lambat hanya karena malas memperhatikan proses installasi.
Apa pendapat Anda? Punya tips lain tentang cara install software?
Tambahan: untuk melengkapi tips install software ini, baca juga panduan lengkap cara uninstallnya.
Gambar:
http://www.brighthub.com/computing/smb-security/reviews/37487.aspx
http://newdownload4u.blogspot.com/2008/02/download-real-player-11-for-free.html
http://www.poderpda.com/plataformas/windows-phone/como-migrar-tu-informacion-de-symbian-a-windows-phone-tutorial/

Kamis, 18 September 2014

Download Latest Wallpapers Windows 8

Here are some collections of Wallpapers New Unofficial Windows 8, wallpapers, most I get in Windows8beta. Please Download Latest Wallpapers Windows 8 below.

For maximum size, you can change the link of picture below for s2000. For example :
http://1.bp.blogspot.com/-FFQAclsSv1A/TrzzxSt4mgI/AAAAAAAABAo/jZwnrNtlsmk/s1600/Wallpaper+Picture.....
Change with the red text below :
http://1.bp.blogspot.com/-FFQAclsSv1A/TrzzxSt4mgI/AAAAAAAABAo/jZwnrNtlsmk/s2000/Wallpaper+Picture.....

To download my friend can right click on the picture, then click Save As.
































Cara Membuat Partisi Baru di Hardisk Tanpa Kehilangan Data



Partisi adalah kata yang berasal dari bahasa inggris, yaitu ‘partition’ yang artinya ‘bagian’. Jadi partisi adalah bagian-bagian penyimpanan dalam sebuah hardisk. Banyak manfaat yang diperoleh jika anda membuat partisi baru di hardisk, yaitu: membuat dual boot sistem operasi dengan sistem operasi (Contoh: (artinya jika suatu saat Windows mengalami kerusakan, maka data-data penting anda masih dapat diselamatkan karena berada di partisi yang berbeda), dan masih banyak lagi. Pada artikel ini, saya akan membahas tentang “Cara Membuat Partisi Baru di Hardisk Tanpa Kehilangan Data” . Windows 7 dengan Windows 8 Release Preview), sebagai tempat backup data-data penting Berikut ini adalah langkah-langkah membuat partisi baru di hardisk dengan software maupun tanpa software:
A. Tanpa Software (untuk pengguna Windows Vista/Windows 7)
1). Klik logo Windows (start) pada taskbar, lalu klik kanan pada ‘Computer’, kemudian klik ‘Manage’.
2). Jendela  ‘Computer Management’ akan terbuka. Pada bagian bawah bar ‘Storage’, klik dua kali pada ‘Disk Management’.
3). Klik pada partisi yang akan dibagi/dibuat (Contoh: partisi ‘C’). Klik kanan pada partisi ‘C’, lalu klik ‘Shrink Volume’. Apabila partisi tersebut masih banyak space (ruang) yang kosong, maka dapat dialokasikan untuk partisi baru. Klik jumlah space (ruang) yang akan dipisahkan dari partisi untuk partisi yang akan dibuat (1 GB= 1.000 MB). Tunggu beberapa saat hingga muncul jumlah space (ruang) yang ‘Unallocated Data’.
4). Klik kanan pada ‘Unallocated Data’, kemudian klik ‘New Simple Volume’. Pada pilihan ‘Simple Volume Size’, tentukan jumlah (MB) yang akan dialokasikan untuk partisi yang baru nantinya. Biarkan seadanya jika ingin space (ruang) semua yang tadi dibuat ‘Unallocated’ baru khusus untuk satu partisi baru. Ikuti langkah selanjutnya, dan pilih partisi yang akan dilabeli apa (dari A sampai Z), kemudian klik ‘Next’.
5). Langkah selanjutnya yaitu proses format partisi yang telah dibuat tadi. Pada   bagian ‘File System’, pilih ‘NTFS’. Untuk bagian ‘Volume Label’ itu bebas (Contoh: Windows 8). Centang pada bagian ‘Perform a quick format’, kemudian klik ‘Next’.
6). Setelah selesai, restart komputer anda dan tunggu sampai proses pembagian/pembuatan partisi baru di hardisk selesai. Untuk melihat hasilnya, ulangi langkah no. 1 dan no. 2.
B. Dengan Software (untuk pengguna Windows XP)
1). Download, instal, kemudian jalankan software “Easeus Partition Master Home Edition” (versi terbaru: 9.1.1) [Link download ada di bagian akhir artikel]. (Dalam hal ini, kita akan membagi partisi dengan ukuran 500 GB dan akan dibagi menjadi 2 partisi). Pilih partisi yang sedang aktif, kemudian klik menu ‘Resize/Move’.
2). Kemudian geser partisi yang kosong (seperti tanda panah no. 3) atau isi ‘Partition Size’.
3). Setelah anda mengatur partisi yang anda inginkan, kemudian klik ‘OK’. Akan ada hasil partisi yang ‘Unallocated’ atau belum terpartisi.
4). Pilih Partisi yang ‘Unallocated’, kemudian klik menu ‘Create’ untuk membuat partisi kedua.
5). Masukkan label (nama) partisi tersebut, kemudian klik ‘OK’.
6). Kemudian klik ‘Apply’ untuk membuat permanen proses pembagian/pembuatan partisi baru di hardisk.
7). Apabila muncul pesan, klik ‘Yes’, maka komputer akan restart. Pada saat komputer restart, pembagian/pembuatan partisi baru di hardisk akan dilakukan dan tunggu sampai proses pembagian/pembuatan partisi baru di hardisk selesai.
8). Untuk melihat hasilnya, jalankan kembali software “Easeus Partition Master Home Edition” atau klik menu ‘Start’ pada taskbar, lalu klik kanan pada ‘My Computer’, kemudian klik ‘Manage’. Pada jendela ‘Computer Management’, di bagian bawah bar ‘Storage’, kemudian klik dua kali pada ‘Disk Management’.
Link Download:
Easeus Partition Master Home Edition versi 9.1.1 (Link Softpedia) (Ukuran: 11.1 MB; Ekstensi file: .EXE).
Bagi anda yang ingin menyampaikan kritik, saran, atau pertanyaan, anda dapat memposting komentar di bawah ini. Kritik dan saran adalah hal yang diperlukan untuk memperbaiki isi artikel di blog ini.
Catatan: Komentar yang harus diberikan para blogger/pengunjung blog ini adalah bukan komentar “SPAM”, tidak mengandung link, dan tidak mengandung kalimat yang dapat menyinggung SARA.

Minggu, 27 Januari 2013

Memperbaiki Windows Tanpa Install Ulang dengan Windows Repair Disc


Sekuat-kuatnya laptop yang anda punya dengan spesifikasi yang tinggi tidak menjamin laptop anda terhindari dari masalah pemograman. Karena yang mengatur kinerja keseluruhan adalah sistem operasi atau OS laptop anda. Entah itu Windows, Linux,  Mac OS dan lainnya itu semua memiliki keunggulan dan kelemahan pada masing-masing sistemnya.
Pada saat OS rusak tentu dengan mudahnya kita dapat memperbaiki dengan menggunakan CD instalasi. Nah yang jadi permasalahan adalah apakah semua pengguna laptop di Indonesia memiliki CD OS yang mereka gunakan. Sebagian besar masih menggunakan software non original karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Dan sangat disayangkan apabila harus install ulang karena sebgian data pasti akan terhapus dan kerugian besar bagi anda.
Windows 7 Repair Disc
Untuk menghindari install ulang Microsoft membuat program yang sengaja diluncurkan untuk memperbaiki kerusakan OS di laptop anda. Windows Repair, program inilah yang dapat mencegah dari install ulang yang biasanya disarankan oleh tukang service.  Silakan Install windows repair karena windows repair merupakan aplikasi yang disediakan untuk mengatasi kerusakan yang muncul pada windows anda.
Software ini akan memperbaiki kerusakan yang terdeteksi tanpa harus anda menginstal ulang laptop anda. Biasanya masalah yang terjadi adalah kerusakan registry, file serta windows firewall, windows explorer dan berbagai macam kerusakan yang lain. Karena semakin banyaknya virus yang ada di internet ini yang membuat kita tidak sadar laptop sedang diserang dari dalam.
Sekuat-kuatnya antivirus yang anda install, mungkin akan lolos juga. Dengan menggunakan windows repair, sistem operasi yang terdapat di laptop anda akan dikembalikan seperti sistem operasi yang baru saja diinstall.
Berikut beberapa kemampuan windows repair dalam memperbaiki kerusakan software windows di laptop anda
  1. Repair Proxy Setting.
  2. Repair Host File.
  3. Reset Registry Permissions.
  4. Repair Start-Up Windows.
  5. Repair gagal booting dan masih banyak lagi.
Dengan menggunakan program ini diharapkan laptop anda akan terhindar dari install ulang. Namun yang perlu diingat adalah, tetaplah berhati-heti sebelum anda memutuskan untuk menginstall sebuah aplikasi karena bisa saja aplikasi tersebut malah berbahaya untuk system Windows anda yang tentunya akan merusak kembali laptop yang baru saja anda perbaiki.
Kembali ke topik utama, untuk mendapatkan Windows Repair Disc, ikuti petunjung di bawah ini.
A) Beli Windows 7 Recovry Disc (Tidak Gratis)
Jika anda kebetulan seorang yang tajir dan tidak ada waktu untuk membuat recovery disc, anda bisa membelinya di sini http://systemdiscs.com/?utm_source=neosmart&utm_medium=article&utm_campaign=Win7_Recovery dengan harga sekitar $20 dollar. Setelah membeli mendapatkan file-nya, segera burning file ISO yang baru saja anda beli ke DVD Rom agar bisa digunakan untuk Start Up dan melakukan recovery dari Windows anda.
B) Membuat Repair Disc Sendiri (Gratis)
Sebenarnya ini tidak 100% gratis karena anda harus menyiapak saru DVD/CD kosong yang akan diisi oleh repair disc. Setelahs menyiapkan CD/DVD, ikuti petunjuk di bawah ini:
  • Masukkan CD/DVD kosong ke dalam CD Rom anda.
    Windows Repair Disc
  • Buka Controk Panel dan masuk kebagian Backup Your Computer dan lanjutkan dengan Create a system repair disc.
    Proses pembuatan system repair disc
  • Terkahir klik tombol Create Disc.
    Windows repair Disc 
untuk memperbaiki Windows yang Error
  • Tunggu sampai prosesnya selesai.
    Proses transfr windows repair 
disk ke CD atau DVD
Ingat, langkah ini bisa dilakukan pada system yang tidak error. Artinya, sebelum laptop anda mengalami error, alangkah lebih baik kalau anda membuat Repair Disc terlebih dahulu sehingga jika terjadi masalah pada notebook anda tinggal melakukan repair.
Jika sebelum punya repair dick ini laptop anda sudah bermasalah, anda bisa meminjam teman anda untuk membuat repair disc, dengan catatan versi windows yag teman anda gunakan sama dengan versi windows anda yang sedang error.
Jika ingin menggunakan system disc ini, tinggal masukkan CD/DVD ke dalam Room dari laptop atau PC pada saat pertama kali booting, dan pastikan BIOS sudah disetting agar CD/DVD sebagai media booting pertama kali.